Minggu, 13 Desember 2009

Awal Peradaban di Wajo


Sebelum ada manusia tinggal di Wajo, di sana hanyalah terdapat padang yang luas dan hutan yang lebat tidak tertembus yang dihuni oleh bermacam-macam binatang: babi liar, rusa, kerbau, dan pelbagai jenis burung. Banyak pula danau yang terdapat di sana yang dihuni oleh bermacam-macam ikan dan buaya.

Adapun mula adanya orang di sana, ialah dua orang beranak yang bermukim di pinggir danau itu bertani dan menangkap ikan. Tidak diketahui namanya dan tidak diketahui asalnya. Dikatakannya, bahwa mereka berasal dari sebelah gunung di dekat pantai. Orang-orang itu berbahasa Bugis.

Mereka capak bertani dan dipagarinya, rajin menggembala dan tidak diganggu oleh binatang tanamannya, tidak dimakan babi dan tidak dikosongkan oleh burung pipit. Diketahui pula oleh mereka waktu yang baik untuk menanam padi, jagung, talas, ubi, tebu, dan sayur-sayuran.

Oleh karena itulah mereka kenyang sejak mereka ada di situ. Banyaklah orang lain yang datang menambahnya. Telah ada lebih empat puluh orang laki-laki, sebab mereka mengatakan, bahwa orang itu pandai berbicara lagi pandai meramal. Setelah banyak orang yang berkumpul di situ, orang itu dinamakan Puangnge ri Lampulung dan digelarnya pula danau itu danau Lampulungeng.

Pada suatu waktu berkumpullah orang-orang di Lampulungeng dan berkata Puang ri Lampulungeng: “Aku ingin pergi mencari tempat lain yang dekat laut, sebab tempat kita sekarang telah sempit (untuk dijadikan) sumber penghidupan kita. Tidak ada lagi tanah yang bisa digarap, bila ada orang menggabung pada kita.” Sama mengia orang-orang di situ hendak mengikutinya.


Bagaimana kelanjutan kisahnya? Temukan jawabannya di "WAJO ABAD XV-XVI SUATU PENGGALIAN SEJARAH TERPENDAM SULAWESI SELATAN DARI LONTARA" buah tangan Prof. Mr. Dr. Andi Zainal Abidin.

Profil

Hidup adalah Pengabdian
Abdullah Fastabiqul Khairat, lahir di Samarinda, pada hari Sabtu, tanggal 24 November 1984 dari pasangan Aminuddin dan Maryam. Anak sulung dari 4 bersaudara (Abdullah, Jumadi, M. Yusuf, Nurhalisa) ini memiliki nama lahir Mardiansyah. Perubahan nama terjadi ketika mendaftar di bangku SD. Perubahan nama itu melahirkan seabrek nama panggilan bergantung sikontolpanjang (situasi, kondisi, toleransi, pandangan dan jangkauan).


Baca selengkapnya...

Sosial

Profesionalitas Aparatur Negara Dipertanyakan

Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat. Bahkan beberapa daerah telah merancang program RT/RW Net, yakni jaringan internet yang sampai ke tingkat RT/RW. Tentu saja tujuan yang ingin dicapai dari program ini adalah masyarakat mampu mengakses informasi secara cepat melalui internet. Di kalangan masyarakat, kata internet bukan lagi hal baru bagi mereka. Hadirnya layanan jejaring sosial semakin mendekatkan masyarakat dengan dunia maya.

Baca selengkapnya...



Mari Berhitung

Sejak dari bangku Sekolah Dasar kita telah belajar ilmu hitung atau sebutlah matematika. Ilmu hitung masuk dalam kategori ilmu pasti. Dalam ilmu pasti, tak pernah ada jawaban yang rancu. Kita selalu mendapatkan jawaban yang sama jika jawaban kita memang benar. Soal-soal ilmu hitung yang paling menarik dipelajari kala itu adalah menghitung biaya pembelian atau penjualan dan menghitung jarak tempuh atau kecepatan tempuh kendaraan. Kedua materi tersebut tergolong sangat menarik karena dapat langsung diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat.

Baca selengkapnya...



Gelapnya Purnama di Indonesia

“Gelap”, inilah kata yang paling tepat untuk menggambarkan suasana purnama di Indonesia. Bulan purnama yang sering muncul pada malam ke-15, justru menghilang saat 15 Syawal 1432 H. Berdasarkan ketetapan pemerintah melalui Menteri Agama RI, 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Ini berarti masyarakat Indonesia akan menyaksikan cerhnya purnama pada tanggal 13 September 2011. Namun tak ada hujan dan mendung pada malam harinya, langit di atas bumi pertiwi justru tampak gelap. Tak ada tanda-tanda munculnya bulan purnama. Padahal malam sebelumnya, yakni pada tanggal 12 September 2011, langit tampak cerah dengan cahaya rembulan yang begitu sempurna.

Baca selengkapnya....


Birokrasi Gila Foto

Dewasa ini industri percetakan berkembang pesat. Desainer-desainer pun bermunculan bak jamur di musim hujan. Tempat-tempat umum ramai dengan aksesoris berupa spanduk dan baliho besar yang memuat foto para birokrat dan politisi. Eksistensi artis sebagai bintang reklame mulai tergusur oleh wajah-wajah yang ingin numpang terkenal. Tak mengherankan jika akhirnya banyak artis yang ingin beralih profesi menjadi birokrat dan politisi karena merasa lahan pencarian mereka sudah mulai direnggut kalangan tertentu.

Baca selengkapnya....


Menanti Aksi Tokoh Perdamaian Dunia

Pemilu presiden telah berlalu dan presiden terpilih pun sudah menjabat selama hampir satu tahun. Tentu saja presiden terpilih adalah pilihan rakyat secara murni karena dipilih secara langsung, bukan melalui perwakilan di parlemen. Namun sepertinya rakyat tidak puas dengan pilihannya. Ini dibuktikan dengan maraknya aksi unjuk rasa, bahkan tidak jarang menuntut presiden mundur dari jabatannya.

Baca selengkapnya...


Seleksi CPNS Memupuk Loyalitas Calon Abdi Negara
Seorang sarjana lulusan perguruan tinggi meminta tolong kepada kemanakannya yang baru duduk di bangku kelas XII SMA untuk dibuatkan surat lamaran yang berisi permohonan mengikuti ujian CPNS. Maklum, Sang Paman sudah lama meninggalkan kampus hingga mungkin ia ragu pada keindahan tulisannya.

Baca selengkapnya...

Budaya



CitraLelaki Bugis-Makassar dalam“Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” 


Akhir tahun 2013, demam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (TKVDW) sangat terasa di semua lapisan masyarakat lintas generasi. Perbincangan tentang TKVDW tidak hanya dalam forum diskusi formal dan non formal, tetapi juga marak menjadi bahan diskusi di media sosial, seperti facebook dan twitter. Semua ini tidak terlepas dari rencana pemutaran perdana film TKVDW yang diangkat dari novel karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dengan judul yang sama. Film garapan Sunil Soraya tersebut diputar perdana pada tanggal 19 Desember 2013 mendatang.

Baca selengkapnya....





Mengenal Orang Bugis dari Nama


Setiap suku pasti punya ciri khas yang unik dalam namanya tetapi kebanyakan nama tersebut berdasarkan nama gelar kebangsawanan, marga ataupun bahasa daerah masing-masing.

Baca selengkapnya ....


Cerita Rakyat "LA WELLE"

Dikisahkan konon kabarnya, di sebuah desa bernama Wajo-wajo hiduplah seorang anak yatim yang masih kecil. Anak itu bernama Lawelle. Ayahnya meninggal karena dibunuh oleh Lamannuke. Sejak saat itu, Lawelle tinggal berdua dengan ibunya. Warga sekitar pun sangat sayang pada Lawelle karena dia termasuk anak yang rajin dan tidak nakal.

Suatu ketika, Lawelle sedang bermain-main dan tiba-tiba menyaksikan sepasang burung memberi makan pada anak-anaknya. Lawelle pun takjub menyaksikan peristiwa yang menurut dia masih asing karena belum pernah dilihat sebelumnya. Hal inilah yang kemudian membuatnya bertanya pada ibunya tentang upaya kedua ekor burung yang memberi makan pada burung-burung yang lain.

Baca selengkapnya...


Awal Peradaban di Wajo
Sebelum ada manusia tinggal di Wajo, di sana hanyalah terdapat padang yang luas dan hutan yang lebat tidak tertembus yang dihuni oleh bermacam-macam binatang: babi liar, rusa, kerbau, dan pelbagai jenis burung. Banyak pula danau yang terdapat di sana yang dihuni oleh bermacam-macam ikan dan buaya.

Baca selengkapnya...

Seni

Kompleksitas Pembelajaran Seni Teater Menjawab Problematika Pembelajaran Seni Budaya

Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.

Baca selengkapnya...


Dari d'Masiv ke Kiki Farel
(Catatan Kecil Prestasi SMAN 1 Pammana)

Prestasi tak hentinya diraih SMAN 1 Pammana. Setelah sukses menampilkan dance pada stage opening konser d'Masiv yang digelar di Stadion A. Ninnong Sengkang pada tanggal 25 Juli 2009 lalu, kini tim dance yang dimotori Habibi, S.Pd. (baca: Tingle), sedang sibuk-sibuknya latihan mempersiapkan dance untuk ditampilkan pada tanggal 1 Agustus 2009 mendatang sebagai opening jumpa fans Kiki Farel yang akan digelar di Lapangan Merdeka Sengkang.

Baca selengkapnya...

SMAN 1 Pammana Tampilkan Pertunjukan Rakyat pada Pameran Pembangunan Sulsel
SMAN 1 Pammana akan kembali unjuk kebolehan dalam bidang seni. Kali ini, sekolah yang dikepalai oleh Drs Jufri Nur, M.Pd. tersebut akan ikut ambil bagian sebagai pengisi acara pada Pameran Pembangunan Sulsel yang akan diadakan di Benteng Somba Opu Makassar pada tanggal 12-16 Agustus 2009.

Baca selengkapnya...

Tak Gendong Tak Lagi Kemana-mana
Siapa yang tidak kenal dengan Mbah Surip? Nama sosok seniman itu telah melekat di hati penikmat musik tanah air, mulai dari balita hingga orang dewasa. Betapa tidak, Mbah Surip yang dikenal dengan lagu "Tak Gendong" ini sudah sering tampil di layar kaca dan sudah mengadakan konser ke beberapa daerah di tanah air. Namun, sejak pukul 10.30 pagi tadi, Mbah Surip telah meninggalkan ribuan penggemarnya menghadap ke haribaan Ilahi.

Baca selengkapnya...

Pendidikan

PMR SMAN 1 Sengkang Memboyong Tropy Terbanyak

PMR SMA Negeri 1 Sengkang kembali mempersembahkan kebanggaan untuk sekolah dan PMI Kabupaten Wajo. PMR SMA Negeri 1 Sengkang sebagai salah satu sekolah utusan PMI Kabupaten Wajo berhasil memboyong tropy terbanyak pada kegiatan Kemah Bakti dan Lomba (KBL) VII PMR Wira se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang dilaksanakan oleh UKM KSR PMI Unit Universitas Negeri Makassar. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 20 s.d. 25 Juni 2011 bertempat di PKP KNPI Sudiang Makassar.

Baca selengkapnya....


Kompleksitas Pembelajaran Seni Teater Menjawab Problematika Pembelajaran Seni Budaya

Muatan seni budaya sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak hanya terdapat dalam satu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek kehidupan. Dalam mata pelajaran Seni Budaya, aspek budaya tidak dibahas secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu, mata pelajaran Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.

Baca selengkapnya...


Ambalan Hasanuddin-Kartini Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas

Ambalan Hasanuddin-Kartini yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Sengkang dengan nomor Gudep 14.083-14.086 kembali mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan organisasi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk Persami pada tanggal 26 s.d. 27 Desember 2009 ini merangkaikan beberapa agenda kegiatan, di antaranya Penerimaan Tamu Ambalan, Upacara Unggun Api, malam kanyita, Sidang Dewan Kehormatan Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana, dan kegiatan yang tidak biasanya dilaksanakan selama ini yakni Pertemuan Alumni Ambalan Has-Kar.

Baca selengkapnya...


Nilai-nilai Pendidikan Hilang di Lembaga Pendidikan
Lahirnya Permen Diknas No. 48 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan merupakan angin segar bagi pembinaan kesiswaan di sekolah.

Baca selengkapnya...


Dari d'Masiv ke Kiki Farel
(Catatan Kecil Prestasi SMAN 1 Pammana)

Prestasi tak hentinya diraih SMAN 1 Pammana. Setelah sukses menampilkan dance pada stage opening konser d'Masiv yang digelar di Stadion A. Ninnong Sengkang pada tanggal 25 Juli 2009 lalu, kini tim dance yang dimotori Habibi, S.Pd. (baca: Tingle), sedang sibuk-sibuknya latihan mempersiapkan dance untuk ditampilkan pada tanggal 1 Agustus 2009 mendatang sebagai opening jumpa fans Kiki Farel yang akan digelar di Lapangan Merdeka Sengkang.

Baca selengkapnya...


SMAN 1 Pammana Tampilkan Pertunjukan Rakyat pada Pameran Pembangunan Sulsel
SMAN 1 Pammana akan kembali unjuk kebolehan dalam bidang seni. Kali ini, sekolah yang dikepalai oleh Drs Jufri Nur, M.Pd. tersebut akan ikut ambil bagian sebagai pengisi acara pada Pameran Pembangunan Sulsel yang akan diadakan di Benteng Somba Opu Makassar pada tanggal 12-16 Agustus 2009.

Baca selengkapnya...


Asyiknya Belajar Jurnalistik
Final Jurnalistik yang diadakan di Benteng Somba Opu Makassar menyisakan banyak kenangan bagi pesertanya. Itulah yang dipaparkan beberapa mahasiswa Unismuh yang memprogramkan mata kuliah tersebut.

Baca selengkapnya...


Improvisasi Antar SMAN 1 Sengkang Raih Prestasi
Improvisasi, setidaknya itulah yang kini dekat di hati siswa SMAN 1 Sengkang, khususnya peserta KBL PMR-PMI Wira se-Sulselbar yang dilaksanakan oleh KSR-PMI UNM pada tanggal 30 Juni - 4 Juli 2009 di Makassar.

Baca selengkapnya...

Sabtu, 12 Desember 2009

Seleksi CPNS Memupuk Loyalitas Calon Abdi Negara

Abdullah

Seorang sarjana lulusan perguruan tinggi meminta tolong kepada kemanakannya yang baru duduk di bangku kelas XII SMA untuk dibuatkan surat lamaran yang berisi permohonan mengikuti ujian CPNS. Maklum, Sang Paman sudah lama meninggalkan kampus hingga mungkin ia ragu pada keindahan tulisannya. Tentu ini bukanlah pekerjaan yang sulit bagi siswa SMA karena sudah menjadi santapan segar sejak mengikuti bimbingan Ujian Nasional. Dari 50 butir soal, 3 di antaranya tentang surat lamaran yang selalu muncul setiap tahunnya. Namun ternyata apa yang dibayangkannya tidak seperti yang ia hadapi. Sang Paman menyodorkan sebuah contoh surat lamaran yang dikeluarkan pihak penyelenggara. Lama Sang Kemanakan tertegun menyaksikan contoh surat lamaran tersebut silih berganti dengan contoh surat lamaran yang dipelajarinya di sekolah. Dalam benaknya terlintas sebuah tanda tanya, “Yang mana salah dan yang mana benar?”


Tanggal 12 Desember 2009, hari yang menentukan masa depan sebagian besar rakyat Indonesia. Betapa tidak, sekitar ratusan ribu rakyat Indonesia mengadukan nasibnya pada Ujian CPNS yang diselenggarakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini merupakan cerminan angkatan kerja yang siap menjadi abdi negara demi menyambung hidup. Ini belum seberapa dibandingkan dengan penerimaan CPNS tahun-tahun sebelumnya karena secara administrasi, persyaratan mengikuti ujian kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya. Salah satu yang mencolok yaitu kualifikasi pendidikan yang sebelumnya dapat diterima dari lulusan SMA, namun kali ini hanya diterima dari alumni D-3 atau S-1, kecuali formasi tertentu yang bersifat keterampilan dan prestasi non akademik.

Sekilas tampak kualifikasi pendidikan sebagai syarat mendaftar pada formasi jabatan yang ditawarkan terkesan akan meningkatkan kualitas abdi negara. Tentunya hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan publik yang menjadi tugas pokok sebagai abdi negara. Namun benarkah harapan-harapan itu terwujud setelah proses perekrutan rampung?

Menilik proses perekrutan, tampak suatu fenomena yang sangat miris. Pihak penyelenggara terkesan meragukan kemampuan para calon pendaftar. Salah satu bukti ketidakpercayaan penyelenggara pada calon pendaftar sangat jelas pada contoh surat lamaran yang dikeluarkan oleh penyelenggara. Kehadiran contoh surat lamaran tersebut memang memudahkan calon pendaftar dalam melengkapi berkas permohonan, namun terlepas dari itu, contoh surat lamaran tersebut mengungkung kreativitas calon pendaftar.

Pihak penyelenggara mestinya mengingat bahwa para calon pendaftar ini adalah orang-orang intelek yang berjiwa dan berpikir ilmiah, bukan masyarakat awam yang tak pernah melihat surat lamaran. Jangankan sarjana atau diploma, siswa SMA saja dituntut mampu membuat surat lamaran pekerjaan. Setidaknya seorang sarjana atau diploma mampu berimprovisasi dalam menyusun sebuah surat lamaran. Jika surat lamaran saja tak mampu dibuat, bagaimana para calon aparat ini mampu memberikan pelayanan administrasi pada publik setelah terangkat nantinya?

Mencermati contoh surat lamaran yang dikeluarkan penyelenggara, terdapat banyak kesalahan baik dari teknik penulisan maupun dari unsur kebahasaannya. Sebagai contoh kesalahan yang terdapat dalam surat lamaran tersebut dapat kita lihat pada kutipan berikut.
MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPADA BAPAK UNTUK MENGIKUTI UJIAN SELEKSI CPNS ….
Sumber: Contoh surat lamaran CPNS Kab. Wajo

Jika kita cermati dari tataran sintaksis, penggunaan kata “MENGIKUTI” pada kutipan contoh surat lamaran di atas tidak benar, karena dalam konteks kalimatnya, kata tersebut memiliki makna bahwa pemohon bermohon agar “BAPAK” yang mengikuti ujian, padahal yang dimaksud “BAPAK” pada surat tersebut adalah bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian di daerah. Seharusnya kata yang digunakan adalah “MENGIKUTKAN SAYA PADA”, karena yang akan mengikuti ujian adalah pemohon yang berstatus sebagai calon pendaftar, sedangkan “BAPAK-lah” yang memiliki kewenangan memberikan izin kepada pemohon untuk mengikuti ujian.

Selain itu, tipografi contoh surat lamaran tersebut pun sudah semestinya tidak digunakan. Tipografi surat yang digunakan yaitu bentuk surat resmi Indonesia lama yang menempatkan alamat yang dituju pada bagian kanan. Sementara tipografi surat resmi Indonesia baru menempatkan alamat yang dituju pada bagian kiri.

Tidak hanya kesalahan itu yang muncul. Bahkan, penulisan kata serapan dan penggunaan afiksasi sebagai bentuk kebakuan bahasa pun tidak diperhatikan dalam penulisan contoh surat lamaran tersebut. Fenomena ini sudah sangat bertentangan dengan proses pembelajaran surat lamaran di sekolah. Inilah yang terkadang membuat siswa acuh tak acuh belajar karena merasa tak ada gunanya berteori panjang-lebar kalau pada akhirnya tak digunakan juga.

Kesalahan pada contoh surat lamaran yang dikeluarkan oleh penyelenggara di Kabupaten Wajo kemungkinan terjadi pula di daerah lain di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menggelar ajang pertaruhan nasib ini. Jika benar itu yang terjadi, bagaimana publik dapat menitipkan harapan mereka pada calon abdi negara ini? Ini merupakan suatu fenomena yang jauh dari harapan publik yang akan menikmati pelayanan abdi negara tersebut.

Fenomena ini tentu sudah tidak sejalan dengan proses dan tujuan perekrutan yang dilaksanakan seperti yang diungkapkan sebelumnya. Bukannya kualitas pelayanan publik yang ingin ditingkatkan, melainkan hanya sekedar memupuk loyalitas calon aparat pada penguasa. Terlebih setelah melihat jenis soal yang mendominasi butir soal Ujian CPNS yakni Skala Kematangan yang substansinya tentang proses pengambilan kebijakan dalam pemerintahan.

Tidak menutup kemungkinan ada di antara calon peserta yang menyadari kekeliruan seperti kesalahan pada contoh surat lamaran tersebut, tetapi karena takut tidak lulus seleksi berkas, akhirnya memilih mengikuti saja contoh tersebut. Hal ini dilakukan untuk membuktikan loyalitas mereka pada pemerintah sebagai penguasa agar dapat dipilih menjadi abdi negara, hingga lahirlah semboyan ABS (Asal Bapak Senang).

Bukan baru kali ini kesalahan itu terjadi, karena contoh surat lamaran tersebut selalu hadir setiap penyelenggaraan ajang pertaruhan nasib ini. Bukan tidak mungkin contoh itu pula yang selalu hadir setiap tahun dan itulah yang diikuti oleh semua calon pendaftar. Ironisnya, di antara calon pendaftar itu, tidak sedikit yang mempunyai kualifikasi pendidikan S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang mendaftar pada formasi jabatan Guru Bahasa Indonesia, baik di SMP maupun SMA. Apakah mereka tidak tahu kesalahan itu, atau pura-pura tidak tahu karena menjunjung prinsip ABS? Hal ini pun menggambarkan kualitas pendidikan di negara kita.

Bagaimana para calon guru Bahasa Indonesia tersebut mengajarkan Bahasa Indonesia kepada siswa di sekolah setelah terangkat jika mereka tidak tahu persoalan kebahasaan. Kehadiran guru semacam ini di hadapan siswa akan menurunkan tingkat kepercayaan siswa terhadap guru hingga berakibat siswa malas belajar. Lebih-lebih setelah siswa menyadari bahwa ilmu yang didapatkannya di sekolah sangat berbeda dengan penerapan di lapangan pekerjaan. Maka jangan heran jika siswa turun menuntut pelaksanaan Ujian Nasional dihapuskan karena menganggap bahwa negara kita tidak lagi membutuhkan pendidikan yang berkualitas.

Fenomena ini harus diperhatikan oleh pemerintah. Pemerintah harus membangun sinergi antara semua elemen bangsa, terutama antara bidang pendidikan dan pekerjaan agar kualitas sumber daya manusia yang diterjunkan di lapangan pekerjaan dapat ditingkatkan.